TUGAS
ILMU SOSIAL DASAR
TENTANG
MASYARAKAT, PENDUDUK, DAN KEBUDAYAAN
DISUSUN OLEH :
NAMA : FAJAR FERDIANSYAH
NPM : 12117108
KELAS: 1KA28
UNIVERSITAS
GUNADARMA
PTA
2017/2018
KATA
PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, penulis
panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Ilmu
Sosial Dasar tentang ”Penduduk,
Masyarakat, dan Kebudayaan”. Makalah ini telah penulis susun dengan
maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat
memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu penulis menyampaikan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan
makalah ini.
Terlepas
dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ini.
Akhir
kata penulis berharap semoga makalah Ilmu Sosial Dasar tentang ”Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan”
ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
……………………………………………………………………...........1
DAFTAR ISI…………………………………………...……………………………..…….........2
DAFTAR ISI…………………………………………...……………………………..…….........2
BAB 1 PENDAHULUAN……………………………………………………………………......3
1.1. Latar Belakang………………………………………………………………………3
1.2. Pertumbuhan Penduduk……………………………………………………………3
1.2.1. faktor-faktor demografi…………………………………………………………4
1.2.2. Struktur penduduk………………………………………………………………5
a. Piramida
Penduduk………………………………………………………….….5
b. Rasio Ketergantungan (Dependency
Ratio)…………………………………….5
2.1. Kebudayaan Dan Kepribadian………………………………………………….….5
2.1.1. Kebudayaan di Indonesia……………………………………………………….6
1. Kebudayaan Hindu-Buddha…………………………………………………….6
2. Kebudayaan
Islam………………………………………………………………6
3.1. Kebudayaan Barat…………………………………………………………………..6
3.1.1 Efek kebudayaan barat di
Indonesia…………………………………………….7
1. Dampak
Positif………………………………………………………………….7
2. Dampak
Negatif………………………………………………………………...7
4.1. Penggandaan Penduduk Dunia
Dengan Menggunakan Tabel…………………...8
5.1. Faktor-Faktor
Demografi yang Mempengaruhi Pertambahan Penduduk……...8
BAB 2 PENUTUP………………………………………………………………………………..9
6.1. Sistematika Penulisan……………………………………………………………….9
7.1. Manfaat Penelitian…………………………………………………………………..9
8.1. Kesimpulan……………………………………………………………………..........9
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………...10
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Keterkaitan
antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan merupakan konsep suatu hubungan
yang saling bersangkutan satu dengan yang lain. Antara penduduk dengan
masyarakat, dan antara masyarakat dengan kebudayaan itu sendiri saling
mempunyai hubungan-hubungan mendasar. Contohnya saja hubungan antara penduduk
dengan masyarakat. Pada suatu daerah tertentu, tentu saja terdapat orang-orang
yang bermukim atau biasa di sebut penduduk. Penduduk-penduduk tersebut setiap
harinya saling melakukan interaksi sosial, sehingga kita dapat menyebut bahwa
mereka hidup sebagai masyarakat. Dengan menyimpulkan contoh diatas, kumpulan
penduduk yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu yang cukup lama
dapat kita simpulkan sebagai masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah
tertentu pula. Dalam maksud yaitu penduduk dalam arti umum, yaitu kelompok
manusia atau kelompok orang.
Kemudian antara masyarakat dan kebudayaan juga mempunyai
hubungan yang cukup erat. Dimana masyarakat sendiri tidak akan bisa hidup tanpa
adanya keikutsertaan aspek-aspek kebudayaan dalam kehidupan mereka dan
kebudayaan itu sendiri tidak dapat muncul serta berkembang apabila tidak ada
masyarakat di dalamnya. Dengan masyarakat itulah kebudayaan di suatu daerah
dapat berkembang. Hubungan saling membutuhkan inilah yang membuat masyarakat
dan kebudayaan saling berkaitan.
Adapun dibawah ini adalah beberapa definisi dan penjelasan
lanjut tentang penduduk, masyakarakat dan kebudayaan :
a.
Penduduk
: Orang yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu tertentu
yang cukup lama. Dalam pengertian yang lebih luas, penduduk merupakan orang
atau organisme sejenis baik manusia, hewan, dan tumbuhan yang hidup, tinggal,
dan berkembang biak dalam suatu wilayah tertentu.
b.
Masyarakat
: Kelompok individu-individu yang saling melakukan interaksi dalam kehidupan
mereka terutama melakukan interaksi sosial yang berkembang dalam cakupan
wilayah tertentu yang cukup luas. Dalam artian, kehidupan sebagai makhluk
sosial inilah yang menjadikan individu-individu tersebut menjadi masyarakat.
c.
Kebudayaan
: Kebudayaan ini sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Menurut Selo
Soemadrjan Soelaiman Soemardi, kebudayaan merupakan sarana hasil karya, cipta,
dan rasa masyarakat. Kebudayaan dalam perwujudannya antara lain misalnya,
perilaku, seni, religi/keyakinan, bahasa, pola berpikir dll.
1.2. Pertumbuhan Penduduk
Penduduk-penduduk di setiap negara di seluruh dunia,
menempati wilayah dan alam serta geografis tertentu. Menurut data yang dihimpun
dari Biro Statistik masing-masing negara, kepadatan penduduk dunia berdasarkan
jumlah penduduknya diurutkan dari Asia, Afrika, Amerika, Eropa, dan terakhir
Oceania. Asia mendominasi dengan jumlah penduduk sekitar 4,2 milyar orang. Kemudian
disusul Afrika dengan sekitar 1 milyar orang. Lalu Amerika dengan sekitar 950
juta orang. Serta Eropa dan Oceania masing-masing dengan sekitar 700 juta dan
35 juta orang. Dengan jumlah penduduk dunia di masing-masing benua ini,
estimasi jumlah penduduk dunia tahun 2012 sudah mencapai 7 Milyar orang.
Sungguh jumlah yang lumayan signifikan menghitung pada tahun 2005 penduduk
dunia terhitung 6,5 Milyar orang.
1.2.1. faktor-faktor demografi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertambahan penduduk atau faktor-faktor
demografi antara lain yaitu; struktur umur, struktur perkawinan, paritas,
disrupsi perkawinan, proporsi perkawinan, dll.
·
Angka
Kematian Kasar atau Crude Death Rate adalah angka yang menghitung dan
menunjukkan jumlah kematian penduduk per 1000 penduduk dalam suatu wilayah
tertentu pada pertengahan tahun tertentu. Adapun rumus menghitung angka
kematian kasar adalah:
CDR adalah Jumlah kematian penduduk
dalam tahun tertentu/Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tententu X 1000
orang (bilangan konstan)
·
Angka
Kematian Khusus atau Age Spesific Death Rate (ASDR) adalah angka yang
menunjukkan banyaknya kematian setiap 1000 penduduk pada golongan umur tententu
dalam satu tahun. Adapun rumus menghitung angka kematian khusus adalah:)
ASDR adalah Jumlah kematian penduduk
umur tententu dalam satu tahun/Jumlah penduduk umur tententu dalam satu tahun X
1000 orang (bilangan konstan)
Migrasi juga merupakan salah satu faktor-faktor pertambahan
dan pengurangan penduduk di suatu wilayah tertentu. Migrasi juga merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi demografi dan tingkat kepadatan penduduk di
wilayah tertentu. Migrasi sendiri adalah perpindahan penduduk dari suatu
wilayah ke suatu wilayah lainnya.
Migrasi terdiri dari Migrasi Internasional dan Migrasi
Nasional. Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara
ke negara lain yang melewati batas teritorial suatu negara. Imigrasi dan
Emigrasi merupakan salah jenis-jenis migrasi internasional. Sedangkan Migrasi
Nasional adalah perpindahan internal atau dari suatu wilayah ke wilayah yang
lainnya dalam lingkup suatu negara tertentu.
Jenis-jenis Migrasi Nasional yaitu antara lain salah satunya
adalah Transmigrasi. Transmigrasi merupakan salah satu contoh dari migrasi.
Transmigrasi adalah salah satu tujuan pemerintah untuk mengurangi kepadatan
penduduk dalam suatu wilayah dengan memindahkan penduduk itu sendiri dari
wilayah yang rate kepadatan penduduknya tinggi ke wilayah yang tingkat
kepadatan penduduknya rendah guna mendukung jalannya perekonomian negara itu
sendiri. Prosesnya yaitu dengan memindahkan penduduk yang berminat untuk
mengembangkan kemampuan dan jasanya serta hidup tinggal di daerah selain di
Jawa contohnya yang mempunyai kepadatan penduduk yang paling tinggi ke
Kalimantan yang rata-rata kepadatan penduduknya belum terlalu tinggi. Dampak,
akibat, dan manfaat dari transmigrasi ini sendiri antara lain: Hidupnya perekonomian
wilayah yang dijadikan lahan transmigrasi, Meningkatkan taraf hidup masyarakat
penduduk, Terjadi lalu lintas budaya dan persilangan yang berdampak pada
pertambahan budaya, dan Terciptanya hidup saling rukun, menghormati, dan
menghargai sebagai warna negara suatu negara agar saling menguntungkan satu
sama lain.
1.2.2. Struktur penduduk
Struktur penduduk suatu negara biasanya menggunakan kriteria
umur atau berdasarkan umur untuk struktur negaranya. Struktur penduduk
berdasarkan kriteria umur antara lain:
·
Penduduk
muda : Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya muda
dengan kisaran umur 0-14 tahun
·
Penduduk
dewasa : Apabila suatu bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya
dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun
Penduduk tua : Apabila suatu bagian negara atau negara
itu sebagian penduduknya tua dengan kisaran umur 65 tahun ke atas
a.
Piramida
Penduduk
Piramida penduduk biasanya menampilkan dan menyajikan data
penduduk yang menunjukkan komposisi penduduk menurut struktur penduduk yaitu
umur dan jenis kelamin dalam bentuk diagram batang Keterangan umur
disusun secara verikal dengan garis/batang secara horizontal dengan angka
sebagai penunjuk banyaknya penduduk pada umur tersebut. Keterangan jenis
kelamin biasanya disebelah kiri dan perempuan di sebelah kanan. Piramida
Penduduk ada beberapa jenis dan macamnya, antara lain: Piramida berbentuk
segitiga (limas), Piramida berbentuk sarang tawon (batu nisan), dan Piramida
berbentuk segi empat.
b.
Rasio
Ketergantungan (Dependency Ratio)
Rasio ketergantungan adalah angka perbandingan yang
manampilkan beban besar tanggungan dari kelompok usia produktif yaitu penduduk
dewasa dengan kisaran umur 15-64 tahun. Kelompok usia produktif inilah yang
juga menanggung kelompok usia muda (0-14 tahun) dan kelompok usia tua (65 tahun
ke atas). Semakin besar rasio ketergantungan kelompok usia non produktif
terhadap kelompok usia produktif, semakin besar pula beban yang ditanggung
kelompok usia produktif. Sebagai contoh rasio ketergantungan suatu negara 75. Berarti
100 orang dari kelompok usia produktif menanggung biaya dan beban hidup 75
orang dari kelompok usia non produktif. Akibat dari rasio ketergantungan yang
besar maka beberapa dampaknya antara lain:
a.
Menjadikan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat.
b.
Pendapatan perkapita daerah menjadi rendah atau turun.
c.
Daya masyarakat untuk menabung berkurang atau rendah.
2.1. Kebudayaan Dan Kepribadian
Perkembangan budaya selalu terjadi di setiap bagian negara
di setiap belahan dunia. Seiring bertambahnya waktu dan seiring pesatnya
perkembangan jaman, perkembangan budaya di suatu negara menunjukkan adanya
perubahan dan kehidupan berbudaya dalam suatu negara. Perkembangan budaya di
Indonesia pada era globalisasi ini semakin menunjukkan data dan bukti yang
cukup bahwa di Indonesia pun mengalami perubahan dan perkembangan. Baik
masuknya budaya asing ke Indonesia dan juga masih terjaganya tradisi dan budaya
asli yang melekat sebagai identitas bangsa Indonesia yang tumbuh sejak jaman
dahulu yang dilestarikan oleh para leluhur bangsa Indonesia.
Kemajuan ilmu teknologi dan informasi juga merupakan faktor
penting dalam perkembangan budaya di Indonesia. Sebab pada era modern seperti
sekarang, informasi dan komunikasi berkembang pesat antara pengguna teknologi,
baik melalui internet, sosial media, dan berita luar negeri. Kemajuan IPTEK
inilah yang seharusnya dapat kita waspadai apabila budaya asli kita orang
Indonesia bakal tergerus dengan budaya bangsa asing yang terus menerus datang
seiring berjalannya waktu. Kita pun harus segera bisa untuk mengantisipasi dan
menyaring budaya asing yang sesuai dengan budaya asli kita orang Indonesia.
Karena apabila kebudayaan kita yang telah hidup selama bangsa Indonesia berdiri
hilang tergerus budaya asing, maka hilanglah pula identitas bangsa Indonesia
sebagai bangsa dengan seribu etnik dan kesenian. Maka dari itu, menurut saya
marilah kita tetap menyanjung, melestarikan, mempelajari, mengamalkan,
menghargai agar tetap dikenal bangsa orang lain dan tetap terjaga kelestariannya.
2.1.1. Kebudayaan di Indonesia
Kebudayaan di Indonesia terpengaruh juga jaman dahulu oleh
para pedagang, pelayar, dan kerajaan-kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam yang
pernah berkuasa di Indonesia. Indonesia sebagai negara pelayaran dan
perdagangan serta tempat belajar pesinggahan orang-orang dari negara lain
seperti India, Bugis, Tiongkok, Jepang dan lain-lain. Kemudian kebudayaan dan
struktur bahasa serta bangunan yang dipengaruhi oleh kerajaan-kerajaan Hindu,
Buddha, dan Islam juga memperngaruhi kebudayaan yang ada di Indonesia sampai
sekarang.
1. Kebudayaan Hindu-Buddha
Unsur
Hindu-Buddha di Indonesia sampai sekarang cukup banyak. Terlihat dengan masih
adanya patung-patung dewa Brahma, Wisnu, Siwa, dan Buddha sebagai peninggalan
kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Unsur Hindu-Buddha pada candi-candi peninggalan
juga sangat dominan sebagai warisan kebudayaan jaman dahulu, seperti Candi
Borobudur dan Candi Prambanan.
2. Kebudayaan Islam
Kebudayaan kerajaan-kerajaan Islam
di Indonesia merupakan salah satu peninggalan di Indonesia yang cukup dominan,
seperti masjid-masjid dan tatanan hidup bangsa Indonesia. Agama Islam lebih
berkembang daripada ajaran Hindu-Buddha karena di Islam tidak mengenal
kasta/tingkatan.
3.1. Kebudayaan Barat
Kemajuan teknologi informasi atau IPTEK memang tidak dapat
dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena pada jaman dengan kemajuan
teknologi informasi yang modern ini, setiap orang berinteraksi melalui berbagai
macam perangkat teknologi yang sudah menjamur dimana-mana. Karena kemajuan
IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk mencegah punahnya budaya asli
di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali hilang.
Kebudayaan masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi
ke generasi tetap terjaga dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk
mempertahankan budaya asli kita dari invasi budaya barat pun terasa sangat
sulit diwijudkan. Apalagi untuk sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak
orang yang tidak peduli. Yang jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita
sendiri bangsa Indonesia yang mau melestarikan dan mempertahankan kebudayaan
asli kita sendiri ?! Apakah hati dan perasaan nasionalisme kita tergerak hanya
setelah negara lain mencuri satu per satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah
bangsa lain mencurinya baru kita peduli dan teriak serta berkoar-koar
dengan lantang tanpa kita sadari sebelumnya ?! Maka dari itu, kita sebagai
generasi penerus bangsa Indonesia, harus pintar dalam menyeleksi budaya asing yang
secara pesat masuk ke Indonesia!
Kemajuan
dalam era modern seperti memang perlu. Tetapi bukan dengan yang namanya modern
lalu sesuatu yang berbau dahulu itu dilupakan. Kita harus tetap menanam dan
mempertahankan apa yang sudah kita punya dari dahulu sebagai identitas bangsa
Indonesia. Sepertinya rakyat Indonesia lebih menyukai budaya bangsa barat yang
berasaskan kebebeasan yang sebebas-bebasnya. Bukan dengan meniru adab
berpakaian mereka yang bebas atau meniru kebiasaan budaya barat seperti
menenggak alkohol tanpa aturan dan resep dokter atau juga dengan terlalu
mengikuti gaya berpikir bangsa barat.
3.1.1. Efek kebudayaan barat di Indonesia
Dengan
masuknya kebudayaan barat ke Indonesia, di samping efek negatifnya, kita juga
dapat mengilhami efek positifnya.
1.
Berikut
ini adalah dampak positif yang seharusnya kita dapat pahami dari masuknya
kebudayaan barat di Indonesia:
Ø Industry Development atau
Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh industri transportasi dan
komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa menjadi lebih kuat dan lebih
bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri, dengan menggunakan tenaga
dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan mengurangi pengangguran yang
ada di Indonesia
Ø Perubahan Pola Berpikir dan Sikap.
Dampak dari modernisasi dan globalisasi dari banga barat seharusnya bisa
mengubah pola pikir bangsa Indonesia dari yang Irrasional menjadi Rasional.
Dengan tujuan untuk berpola pikir secara maksimal guna menjadikan fondasi yang
kuat bagi bangsa Indonesia yang bermanfaat untuk kemajuan dan kehidupan rakyat
Indonesia.
Ø Kemajuan IPTEK. Kemajuan teknologi
informasi dengan penyaringan yang baik dapat menimbulkan peranan aktif dalam
membangun bangsa. Karena berkat inovasi dalam teknologi, kita mendapat
kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi masalah dan memotivasi untuk lebih
maju.
2.
Selain
dampak positif, tentu ada juga dampak negatifnya antara lain:
Ø Adanya kesenjangan sosial.
Masyarakat cenderung individualisme karena mereka sudah merasa mempunyai sarana
yaitu teknologi sendiri dan tidak membutuhkan bantuan orang lain dalam
kehidupannya.
Ø Banyak barang impor di Indonesia.
Barang produksi luar negeri yang diimpor merajalela dalam pasar Indonesia.
Dampaknya barang produksi dalam negeri menjadi kurang laku dan kurang banyak yang
membeli.
4.1.Penggandaan Penduduk Dunia Dengan
Menggunakan Tabel
Tahun
|
Penduduk
Dunia
|
Perkiraan
Waktu Penggandaan
|
800
SM
|
5
juta
|
-
|
1650
tahun
|
500
juta
|
1500
|
1830
tahun
|
1
miliyar
|
180
|
1930
tahun
|
2
miliyar
|
100
|
1975
tahun
|
4
miliyar
|
45
|
Sumber
: Ehrlich, Paul, R, el al, Human Ecology W.H. Freeman and Co San Fransisco.
Dari
tabel diatas, dapat diambil bahwa dari tahun 1830-1930 pada kurun waktu 100
tahun mengalami penggandaan penduduk, sedangkan dari tahun 1930-1975 pada kurun
waktu hanya 45 tahun telah mengalami penggandaan. Ini menunjukkan bahwa penggandaan
semakin cepat berlangsung.
5.1. Faktor-Faktor Demografi yang
Mempengaruhi Pertambahan Penduduk
- Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian dan faktor penghambat kematian . - Kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran dan yang mendukung kelahiran - Imigrasi apabila setiap penduduk pindah ke kota
dan mereka menjadikan ktp menjadi dua maka akan sulit apabila di data
tidak akan terpenuhi akan sulit mendata penduduk dengan data pasti
BAB 2
PENUTUP
6.1. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika yang
digunakan oleh penulis dalam membuat karya tulis ini adalah : Kata Pengantar,
Daftar Isi, Bab I, Bab II, Daftar Pustaka.
7.1..Manfaat Penelitian
Manfaat penulisan makalah
ini secara teoritis adalah dapat digunakan sebagai referensi untuk melakukan
penulisan-penulisan ilmiah kembali tentang Ilmu Sosial Dasar tentunya. Manfaat
penulisan secara praktis makalah ini adalah dapat digunakan sebagai gambaran
tentang Ilmu Sosial Dasar
8.1.
Kesimpulan
Keterkaitan antara penduduk,
masyarakat, dan kebudayaan merupakan konsep suatu hubungan yang saling
bersangkutan satu dengan yang lain. Antara penduduk dengan masyarakat, dan
antara masyarakat dengan kebudayaan itu sendiri saling mempunyai
hubungan-hubungan mendasar. Contohnya saja hubungan antara penduduk dengan
masyarakat. Pada suatu daerah tertentu, tentu saja terdapat orang-orang yang
bermukim atau biasa di sebut penduduk. Penduduk-penduduk tersebut setiap
harinya saling melakukan interaksi sosial, sehingga kita dapat menyebut bahwa
mereka hidup sebagai masyarakat. Dengan menyimpulkan contoh diatas, kumpulan
penduduk yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu yang cukup lama
dapat kita simpulkan sebagai masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah
tertentu pula. Dalam maksud yaitu penduduk dalam arti umum, yaitu kelompok
manusia atau kelompok orang.
DAFTAR PUSTAKA

No comments:
Post a Comment